Pertemuan minggu ke 4
Pendapat rogers
Carl Rogers, seorang psikolog humanistik lainnya, mengutarakan sebuah teori yang disebut dengan teori pribadi terpusat. Seperti halnya Freud, Rogers menjelaskan berdasarkan studi kasus klinis untuk mengutarakan teorinya. Dia juga mengembangkan gagasan dari Maslow serta ahli teori lainnya. Dalam pandangan Rogers, konsep diri merupakan hal terpenting dalam kepribadian, dan konsep diri ini juga mencakup kesemua aspek pemikiran, perasaan, serta keyakinan yang disadari oleh manusia dalam konsep dirinya.
Kongruensi dan Inkongruensi
Rogers mengatakan bahwa konsep diri manusia seringkali tidak tepat secara sempurna dengan realitas yang ada. Misalnya, seseorang mungkin memandang dirinya sebagai orang yang sangat jujur namun kenyataannya seringkali berbohong kepada atasannya tentang alasan mengapa dia datang terlambat. Rogers menggunakan istilah inkongruensi (ketidaksejajaran) untuk mengacu pada kesenjangan antara konsep diri dengan realitas. Di sisi lain, kongruensi, merupakan kesesuaian yang sangat akurat antara konsep diri dengan realitas.
Menurut Rogers, para orang tua akan memacu adanya inkongruensi ini ketika mereka memberikan kasih sayang yang kondisional kepada anak-anaknya. Orang tua akan menerima anaknya hanya jika anak tersebut berperilaku sebagaimana mestinya, anak tersebut akan mencegah perbuatan yang dipandang tidak bisa diterima. Disisi lain, jika orang tua menunjukkan kasih sayang yang tidak kondisional, maka si anak akan bisa mengembangkan kongruensinya. Remaja yang orang tuanya memberikan rasa kasih sayang kondisional akan meneruskan kebiasaan ini dalam masa remajanya untuk mengubah perbuatan agar dia bisa diterima di lingkungan.
Dampak dari Inkongruensi
Rogers brefikir bahwa manusia akan merasa gelisah ketika konsep diri mereka terancam. Untuk melindungi diri mereka dari kegelisahan tersebut, manusia akan mengubah perbuatanny sehingga mereka masih akan tetap mampu berpegang pada konsep diri mereka. Manusia dengan tingkat inkongruensi yang lebih tinggi akan merasa sangat gelisah karena realitas selalu mengancam konsep diri mereka secara terus menerus.
Contoh:
shishi yakin bahwa dia merupakan orang yang sangat dermawan, sekalipun dia seringkali sangat pelit dengan uangnya dan biasanya hanya memberikan tips yang sedikit atau bahkan tidak memberikan tips sama sekali saat di restauran. Ketika teman makan malamnya memberikan komentar pada perilaku pemberian tipsnya, dia tetap bersikukuh bahwa tips yang dia berikan itu sudah layak dibandingkan pelayanan yang dia terima. Dengan memberikan atribusi perilaku pemberian tipsnya pada pelayanan yang buruk, aka dia dapat terhindar dari kecemasan serta tetap menjaga konsep dirinya yang katanya dermawan.
Perkembangan kepribadian Self menurut Rogers.
Self merupakan konstruk utama dalam teori kepribadian rogers, yang dewasa ini dikenal dengan ” Self concept “. Rogers mengartikan sebagai persepsi tentang karakteristik “ I ” atau “ Me” dan persepsi tentang hubungan “ I ” atau “ Me ” dengan orang lain atau berbagai aspek kehidupan, termasuk nilai-nilai yang terkait dengan persepsi tersebut.
Diartikan juga sebagai keyakinan tentang kenyataan, keunikan, dan kualitas tingkah laku diri sendiri. Konsep diri merupakan gambaran mental tentang diri seseorang, seperti : “Saya cantik”, “Saya seorang pekerja yang jujur”, dan “Saya seorang pelajar yang rajin”.
Hubungan antara “ Self concept ” dengan organisme terjadi dalam 2 kemungkinan, yaitu “ congruence ” atau “ Incongruence”. Kedua kemungkinan hubungan ini menentukan perkembangan kematangan, penyesuaian, dan kesehatan mental seseorang. Apabila antara “ Self concept ” dengan organisme terjadi kecocokan maka hubungan itu disebut kongruen, tetapi apabila terjadi diskrepansi (ketidakcocokan) maka hubungan itu disebut inkongruen. Contoh yang inkongruen : Anda mungkin meyakini bahwa secara akademik anda seorang yang cerdas , namun ternyata nilai-nilai yang anda peroleh sebaliknya (organisme atau pengalaman nyata).
Peranan positif Regard dalam kepribadian individu
Positive regards sangat dibutuhkan agar individu mempunyai kepribadian yang sehat. Ketika anak sedang berkembang maka anak juga belajar membutuhkan cinta dan kasih sayang dari orang terdekatnya maka hal tersebut disebut sebagai positive regards. Setiap anak terdorong untuk mencari positive regardstetapi, tidak setiap anak mendapatkan hal itu .
Anak akan merasa senang dan nyaman jika dia menerima kasih sayang, cinta dan persetujuan dari orang lain, apalagi jika hal tersebut dia dapatkan dari orang-orang terdekatnya namun, jika dia kurang mendapat cinta dan kasih sayang serta mendapatkan ejekan, maka dia akan merasa sangat kecewa dan sedih.
Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers
1.Keterbukaan pada Pengalaman
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya seseorang bebas untuk mengalami semua perasaan dan sikap. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan dari luar disampaikan ke sistem saraf organisme tanpa distorsi atau rintangan. Memiliki kepribadian yang fleksibel, tidak hanya menerima pengalaman dalam kehidupan tetapi juga dapat menggunakannya dalam membuka kesempata–kesempatan persepsi atau ungkapan baru.
2.Kehidupan Eksistensial
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya setiap pengalaman segar dan baru, seperti belum pernah ada. Adanya kegembiraan karena selalu terbuka ke[ada setiap pengalaman. Kepribadian ini tidak kaku dan tidak dapat diramalkan. Setiap pengalaman merupakan suatu struktur yang dapat berubah dengan mudah sebagai respon pengalaman yang berikutnya.
3. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls–impuls yang muncul seketika dan intuitif. Tingkah laku yang spontanitas dan kebebasan. Memiliki jalan masuk untuk mengambil keputusan pada situasi tertentu. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan sehingga dapat diambil keputusan yang memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
4. Perasaan Bebas
Seseorang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kepribadian yang bebas untuk memilih dan bertindak, tanpa adanya paksaan dan rintangan antara alternative pikiran dan tindakan. Serta memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya.
5. Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Menurut Rogers, orang-orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menaggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah.sehingga ketika mereka mengalami bencana mereka dapat segera mengatasinya dengan baik.
Daftar pustaka :
1. Suryabarta, Sumadi. 2003. Psikologi Kepribadian. Jakarta :
Fajar Interpratama Offset
Sabtu, 21 Maret 2015
Jumat, 13 Maret 2015
Teori Kepribadian Sehat
Pertemuan Minggu ke 3
A. Aliran Humanistik
Tokohnya Carl Roger dan Abraham Maslow. Mengukur Keunikan pengalaman manusia. Dasar pemikiran, manusia itu bebas, rasional dengan perkembangan pribadi, dan sangat berbeda dengan binatang.
Berikut penjabaran mengenai Aliran humanisme/humanistic.
Aliran ini muncul sebagai kritik terhadap pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala psikoanalisa. Oleh karenanya sering disebut sebagai the third force (the first force is behaviorism, the second force is psychoanalysis).
Aliran humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.
Aliran humanistic berasumsi bahwa pada dasarnya manusia memiliki potensi-potensi yang baik, minimal lebih banyak dari pada buruknya. Aliran ini memfokuskan telaah kualitas-kualitas insani. Yakni kemampuan khusus manusia yang ada pada manusia, seperti kemampuan abstraksi, aktualisasi diri, makna hidup, pengembangan diri, dan rasa estetika. Kualitas ini khas dan tidak dimiliki oleh makhluk lain. Aliran ini juga memandang manusia sebagai makhluk yang otoritas atas kehidupannya sendiri. Asumsi ini menunjukan bahwa manusia makhluk yang sadar dan mandiri, pelaku yang aktif yang dapat menentukan hampir segalanya.
Hasil pemikiran dari aliran humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan konseling dan terapi, salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl Rogers dengan client-centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya, serta menekankan pentingnya sikap tulus, saling menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas konselor hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogers, teknik-teknik asesmen dan pendapat para konselor bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment atau pemberian bantuan kepada klien.
Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi, psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic education). Pendidikan humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistik ini.
Adapun prinsip utama dalam aliran ini adalah:
- Memahami manusia sebagai suatu totalitas. Oleh karenanya sangat tidak setuju dengan usaha untuk mereduksi manusia, baik ke dalam formula S-R yang sempit dan kaku (behaviorisme) ataupun ke dalam proses fisiologis yang mekanistis. Manusia harus berkembang lebih jauh daripada sekedar memenuhi kebutuhan fisik, manusia harus mampu mengembangkan hal-hal non fisik, misalnya nilai ataupun sikap.
- Metode yang digunakan adalah life history, berusaha memahami manusia dari sejarah hidupnya sehingga muncul keunikan individual.
- Mengakui pentingnya personal freedom dan responsibility dalam proses pengambilan keputusan yang berlangsung sepanjang hidup. Tujuan hidup manusia adalah berkembang, berusaha memenuhi potensinya dan mencapai aktualitas diri. Dalam hal ini intensi dan eksistensi menjadi penting. Intensi yang menentukan eksistensi manusia
Melalui mind, manusia mengekspresikan keunikan kemampuannya sebagai individu, terwujud dalam aspek kognisi, willing, dan judgement. Kemampuan khas manusia yang sangat dihargai adalah kreativitas. Melalui kreativitasnya, manusia mengekspresikan diri dan konseling. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman diri.
Kehadiran psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga “ dalam aliran psikologi. Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang awal mulanya datang dari psikoanalisis ala Freud yang berusaha memahami tentang kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran pikiran guna menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis berkeyakinan bahwa perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan tak sadar dari dalam diri.
Kekuatan psikologi yang kedua adalah behaviorisme yang dipelopori oleh Ivan Pavlov dengan hasil pemikirannya tentang refleks yang terkondisikan. Kalangan Behavioristik meyakini bahwa semua perilaku dikendalikan oleh faktor-faktor eksternal dari lingkungan.
B. Pendapat Allport
Memahami dan menjelaskan perkembangan proplum sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat
Allport lebih optimistis tentang kodrat manusia daripada Freud, dan ia memperlihatkan suatu keharuan yang luar biasa terhadap manusi, sifat-sifatnya yang tampaknya bersumber pada masa kanak-kanaknya. Seperti di kemukakan, pandangan-pandangan pribadi dan profesional dari Allport adalah positif, penuh harapan, dan menyanjung-nyanjung. Karena itu salah satu pendekatan yang berguna terhadap pemahaman segi pandangan psikologis Allport adalah mengemukakan tema-tema pokok dari teorinya tentang kepribadian dan menunjukkan bagaimana tema-tema itu berbeda dari apa yang terdapat pada Freud.
Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingkah lakumereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dalam mereka.
Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intensi-intensi ke arah masa depan dan antisipasi-antisipasi masa depan. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi pandangan yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak. Karena Allport mengetahui perbedaan-perbedaan antara manusia yang neurotis dan manusia yang sehat ini, maka dia lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang.
Daftar pustaka :
Schultz,Duane.1991.Psikologi pertumbuhan.Yogyakarta:Kanisius
A. Aliran Humanistik
Tokohnya Carl Roger dan Abraham Maslow. Mengukur Keunikan pengalaman manusia. Dasar pemikiran, manusia itu bebas, rasional dengan perkembangan pribadi, dan sangat berbeda dengan binatang.
Berikut penjabaran mengenai Aliran humanisme/humanistic.
Aliran ini muncul sebagai kritik terhadap pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala psikoanalisa. Oleh karenanya sering disebut sebagai the third force (the first force is behaviorism, the second force is psychoanalysis).
Aliran humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.
Aliran humanistic berasumsi bahwa pada dasarnya manusia memiliki potensi-potensi yang baik, minimal lebih banyak dari pada buruknya. Aliran ini memfokuskan telaah kualitas-kualitas insani. Yakni kemampuan khusus manusia yang ada pada manusia, seperti kemampuan abstraksi, aktualisasi diri, makna hidup, pengembangan diri, dan rasa estetika. Kualitas ini khas dan tidak dimiliki oleh makhluk lain. Aliran ini juga memandang manusia sebagai makhluk yang otoritas atas kehidupannya sendiri. Asumsi ini menunjukan bahwa manusia makhluk yang sadar dan mandiri, pelaku yang aktif yang dapat menentukan hampir segalanya.
Hasil pemikiran dari aliran humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan konseling dan terapi, salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl Rogers dengan client-centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya, serta menekankan pentingnya sikap tulus, saling menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas konselor hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogers, teknik-teknik asesmen dan pendapat para konselor bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment atau pemberian bantuan kepada klien.
Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi, psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic education). Pendidikan humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistik ini.
Adapun prinsip utama dalam aliran ini adalah:
- Memahami manusia sebagai suatu totalitas. Oleh karenanya sangat tidak setuju dengan usaha untuk mereduksi manusia, baik ke dalam formula S-R yang sempit dan kaku (behaviorisme) ataupun ke dalam proses fisiologis yang mekanistis. Manusia harus berkembang lebih jauh daripada sekedar memenuhi kebutuhan fisik, manusia harus mampu mengembangkan hal-hal non fisik, misalnya nilai ataupun sikap.
- Metode yang digunakan adalah life history, berusaha memahami manusia dari sejarah hidupnya sehingga muncul keunikan individual.
- Mengakui pentingnya personal freedom dan responsibility dalam proses pengambilan keputusan yang berlangsung sepanjang hidup. Tujuan hidup manusia adalah berkembang, berusaha memenuhi potensinya dan mencapai aktualitas diri. Dalam hal ini intensi dan eksistensi menjadi penting. Intensi yang menentukan eksistensi manusia
Melalui mind, manusia mengekspresikan keunikan kemampuannya sebagai individu, terwujud dalam aspek kognisi, willing, dan judgement. Kemampuan khas manusia yang sangat dihargai adalah kreativitas. Melalui kreativitasnya, manusia mengekspresikan diri dan konseling. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman diri.
Kehadiran psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga “ dalam aliran psikologi. Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang awal mulanya datang dari psikoanalisis ala Freud yang berusaha memahami tentang kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran pikiran guna menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis berkeyakinan bahwa perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan tak sadar dari dalam diri.
Kekuatan psikologi yang kedua adalah behaviorisme yang dipelopori oleh Ivan Pavlov dengan hasil pemikirannya tentang refleks yang terkondisikan. Kalangan Behavioristik meyakini bahwa semua perilaku dikendalikan oleh faktor-faktor eksternal dari lingkungan.
B. Pendapat Allport
Memahami dan menjelaskan perkembangan proplum sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat
Allport lebih optimistis tentang kodrat manusia daripada Freud, dan ia memperlihatkan suatu keharuan yang luar biasa terhadap manusi, sifat-sifatnya yang tampaknya bersumber pada masa kanak-kanaknya. Seperti di kemukakan, pandangan-pandangan pribadi dan profesional dari Allport adalah positif, penuh harapan, dan menyanjung-nyanjung. Karena itu salah satu pendekatan yang berguna terhadap pemahaman segi pandangan psikologis Allport adalah mengemukakan tema-tema pokok dari teorinya tentang kepribadian dan menunjukkan bagaimana tema-tema itu berbeda dari apa yang terdapat pada Freud.
Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingkah lakumereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dalam mereka.
Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intensi-intensi ke arah masa depan dan antisipasi-antisipasi masa depan. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi pandangan yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak. Karena Allport mengetahui perbedaan-perbedaan antara manusia yang neurotis dan manusia yang sehat ini, maka dia lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang.
Daftar pustaka :
Schultz,Duane.1991.Psikologi pertumbuhan.Yogyakarta:Kanisius
Senin, 09 Maret 2015
Teori Kepribadian sehat
Pertemuan Minggu 2
Orientasi Kepribadian Sehat
A.
Aliran Psikoanalisa
Top of Form
Bottom of Form
Teori-teori
Kepribadian Sehat : a) Aliran Psikoanalisa – Model Allport
Orang yang sehat didorong kedepan
oleh suatu visi masa depan dan visi itu (dengan tujuan-tujuannya yang khusus)
mempersatukan kepribadian dan membawa orang itu kepada tingkat-tingkat tegangan
yang bertambah. Tujuan-tujuan yang dicita-citakan orang sehat pada hakikatnya
tidak dapat dicapai. Oleh karena itu ada dorongan bersifat konstruktif yang
sangat penting bagi orang-orang yang sehat secara psikologis. Orang-orang
demikian akan dengan aktif mengejar tujuan-tujuan, harapan-harapan, dan
impian-impian di kehidupan mereka. Pengejaran terhadap suatu tujuan yang tidak
pernah berakhir ini membuat apabila suatu tujuan harus dibuang, maka suatu
motif baru akan cepat terbentuk. Orang-orang sehat melihat kemasa depan dan hidup
dalam masa depan.
Top of Form
Bottom of Form
bbb
B. Aliran Behavioristik
Pengertian aliran Behavioristik
Pengertian aliran Behavioristik
Terapi perilaku [behavior therapy] dan pengubahan
perilaku [behavior modification] atau pendekatan behavioristik dalam
psikoterapi, adalah salah satu dari beberapa “revolusi” dalam dunia pengetahuan
psikologi, khususnya psikoterapi. Pendekatan behavioristik yang dewasa ini
banyak depergunakan dalam rangka melakukan kegiatan psikoterapi dalam arti luas
atau konseling dalam arti sempitnya, bersumber pada aliran behaviorisme. Aliran
ini pada mulanya tumbuh subur di Amerika dengan tokohnya yang terkenal ekstrim,
yakni John Broadus Watson, suatu aliran yang menitik beratkan peranan
lingkungan, peranan dunia luar sebagai factor penting di mana seseorang
dipengaruhi, seseorang belajar. Pada abad ke-17, dunia pengetahuan Filsafat
ditandai oleh dua kubu besar yakni kubu “empiricism” [physical science] dan
kubu “naturalism” [biological science]. Pada akhir abad yang lalu, mempengaruhi
lahirnya aliran behaviorisme dengan pendekatan-pendekatannya yang kemudian
menjadi terkenal dengan terapi perilaku [behavior therapy] dan perubahan
perilaku.
c. Konsep Manusia Dalam Behavioristik
Para ahli psikologi behavioristik memandang manusia
tidak pada dasarnya baik atau jahat.Para ahli yang melakukan pendekatan
behavioristik,memandang manusia sebagai pemberi respons(responder),sebagai
hasil dari proses kondisioning yang telah terjadi.
· Dustin
& George(1977),yang dikutip oleh George & Cristiani(1981),mengemikakan pandangan
behavioristik terhadap konsep manusia,yakni:
1.
Manusia di pandang sebagai individu yang pada hakikatnya bukan individu
yang baik atau yang jahat,tetapi sebagai individu yang selalu berada dalam
keadaan sedang mengalami,yang memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu pada
semua jenis perilaku.
2.
Manusia mampu mengkonseptualisasikan dan mengontrol perilakunya sendiri.
3.
Manusia mampu memperoleh perilaku yang baru.
4.
Manusia bisa mempengaruhi perilaku orang lain sama halnya dengan perilakunya
yang bisa dipengaruhi orang lain.
·
Albert Bandura(1974,1977,1986) yang
terkenal sebagai tokoh teori sosial-belajar,menolak suatu konsep bahwa manusia
adalah pribadi yang mekanistik dengan model perilakunya yang
deterministik.Pengubahan(modifikasi)perilaku bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan seseorang agar jumlah respon akan lebih banyak.
Daftar Pustaka :
1.
Atkinson, R.L., R.C. Atkinson & E.R Hilgard.
(1993). Pengantar psikologi. Nurjanah Taufig. Jakarta: Erlangga
Minggu, 08 Maret 2015
pengantar
A.
Orientasi kesehatan mental
Menurut WHO kesehatan mental adalah suatu kondisi sejahtera dimana
individu dapat merealisasikan kecakapannya, dapat melakukan coping terhadap
tekanan hidup yang normal, bekerja dengan produktif dan memiliki kontribusi
dalam kehidupan dikomunitasnya.
Assagioli, (ihrom,2008) mendefinisikan, kesehatan mental adalah
terwujudnya integritas kepribadian, keselarasan dengan jati diri, pertumbuhan
kearah realisasi diri, dan kearah hubungan yang sehat dengan orang lain.
(zakiyah darojah,1975) kesehatan mental adalah terwujudnya harmonisan
antara fungsi-fungsi jiwa, serta kesanggupan untuk menghadapi problem biasa
yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.
B.
Konsep sehat
Konsep sehat didefinisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ
tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan
yang dimiliki. Konsep sehat dan kesehatan merupakan 2 hal yang hampir sama tapi
berbeda. Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang
dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan faktor yang berusaha mempengaruhinya.
Menurut white (1977), sehat adalah suatu keadaan dimana seseorang pada
waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda
suatu penyakit dan kelainan. Sementara konsep WHO tahun 1974, menyebutkan sehat
adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak bebas dari penyakit
ataupun kelemahan.
Sehat dapat dikatakan, suatu kondisi normal (baik) secara fisik, emosi
(EQ), intelektual (IQ), spiritual (SQ), dan sosial. Dari pernyataan diatas
sudah bisa didapat tentang dimensi sehat, berikut pemahamanya :
·
Fisik
Dikatakan sehat apabila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak
cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun.
·
Emosi
Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan
kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih, atau
senang) secara tidak berlebihan. Mampu mendisiplinkan diri.
·
Intelektual
Dikatakan intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam
kategori yang baik mampu melihat realitas. Memiliki nalar yang baik dalam
memecahkan masalah atau mengambil keputusan,
·
Spiritual
Sementara orang
yang sehat secara spiritual adalah mereka yang meiliki suatu kondisi ketenangan
jiwa dengan id mereka secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih
tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar natas kewajaran sehingga
bisa berfikir rasional.
·
Sosial
Sehat secara
sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik
dengan sekitarnya, serta mampu untuk bekerja sama.
C.
Sejarah perkembangan kesehatan mental
Perkembangan kesehatan mental pra ilmiah
1.
Masa animisme
Orang yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan
membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari
kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta dengan mantra dan korban
yang mereka persembahkan. Praktik-praktik semacam tersebut berlangsung mulai
dari abad 7-5 SM. Setelah kemunculan naturalisme , maka praktik semacam itupun
kian berkurang, walaupun kepercayaan tentang penyakit mental tersebut berasal
dari roh-roh jahat tetap bertahan sampai abad pertengahan.
2.
Kemunculan naturalisme
Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman hipocrates
(460-467). Aliran ini berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik merupakan
akibat dari alam. Hipocrates menolak pengaruh roh, dewa, setan, atau hantu sebagai
penyebab sakit. Ide naturalistik ini kemudian dikembangkan oleh galen,
seseorang tabib dalam lapangan pekerjaan pemeriksaan atau pembedahan hewan.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak
dipergunkan lagi dikalangan orang-orang kristen. Seorang dokter perancis,
philipe pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial yang baru
untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia telah terpilih menjadi kepala
rumah sakit bicetre diparis. Dirumah sakit ini, para pasiennya (yang maniak)
dirantai, diikat di tembok dan di tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai
selama 20 tahun atau lebih karena
dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan disekitar rumah sakit. Akhirnya,
diantara mereka banyak yaang berhasil.
3.
Abad pertengahan
Dengan hancurnya peradapan Yunani-Romawi,kemajuan ilmu pengetahuan
mengalami kemunduran.Banyak hal dalam ilmu kedokteran yang tidak diteruskan dan
hal yang lebih buruk seperti takhayul dan ilmu tentang setan dihidupkan kembali.Dalam
periode abad 10-15,berkembang dancing mania dimana sejumlah orang menari secara
liar.Masa abad ke-15 sampai 18 para pasien penyakit mental dianggap sebagai
kerasukan setan dan perawatannya dengan cara mengusir keluar setan dengan cara
menghukum atau menyiksanya.
4. Zaman Renaisans
Meskipun para pasien penyakit mental tenggelam dalam dunia takhayul dan
lingkungan yang tidak berperikemanusiaan,namun di negara-negara tertentu di
Eropa suara-suara diteriakan oleh tokoh agama,ilmu kedokteran dan filsafat.Usaha-usaha
mereka selama masa tersebut mungkin digambarkan sebagai "terang dalam
kehidupan".Di Switzerland mengakui penyebab penyakit mental dan menolak
kaitan demonology.Sedangkan di Perancis menganggap bahwa penyakit mental tidak
berbeda dengan penyakit fisik dan pasien harus diperlakukan secara manusiawi.
5. Abad XXVI-XX
Pada awal abad ke-18 dilihat sebagai "Zaman Rasio",perhatian
dipusatkan pada klasifikasi dan sistem,suatu hal yang mungkin sama dengan
klasifikasi sistem.Pada zaman ini,baik di Perancis,Inggris,Jerman,Italia,Amerika
Latin,Amerika Serikat, lebih mengedepankan pada perilaku yang
berperikemanusiaan untuk menghadapi serta menangani orang-orang yang memiliki
penyakit mental.Di Perancis,Pinel mempelopori perlakuan dan pemahaman manusiawi
terhadap orang-orang yang mengalami kekalutan mental.Pinel ditetapkan sebagai
Bapak Psikiatri yang telah meletakan dasar psikiatri bagi masa yang akan
datang.Ia kemudian diserahkan tugas dan tanggung jawab atas rumah sakit
Salpetriere.Rumah sakit Salpetriere dan Bicetere sebagai rumah sakit modern
pertama untuk para pasien sakit mental.Pada tahun 1908,Clifford Beers yang
pernah menjadi pasien Rumah Sakit jiwa menulis buku "A Mind That Found It
Self" yang memberikan efek menyebarkan visi mengenai gerakan kesehatan
mental.
D.
Pendekatan kesehatan mental
1.
Orientasi klasik
Seseorang dianggap sehat bila ia tidak mempunyai kelakuan tertentu,
seperti ketegangan,rasa lelah,cemas,rendah diri atau perasaan tak berguna, yang
semuanya menimbulkan perasaan “sakit” atau rasa “tak sehat” serta menggangu
efisiensi kegiatan sehari-hari. Aktivitas klasik ini banyak dianut di lingkungan
kedokteran. Pengertian sehat mental dari
orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Dalam ranah
psikologi,pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita
berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah
kehilangan kontak dengan realistas.
2.
Orientasi penyesuaian diri
Orang dianggap sehat secara psikologis bila ia mampu mengembangkan
dirinya sesuai dengan tuntutan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya. Dengan
menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat
dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya
dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya , kita tidak
dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya
semata. Seseoarang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau
sakit mental. Bisa jadi dianggap sangat sakit mental dalam masyarakat lain. Artinya
batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut.
3.
Orientasi pengembangan potensi
Seseoarang dikatakan mencapai tarap kesehatan jiwa, bila ia mendapat
kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa
dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.
Daftar Pustaka :
1. Basuki,Heru. 2008. Psikologi umum. jakarta : universitas gunadarma.
2. schultz. psikologi pertumbuhan. yogyakarta : kanisius
3. puspitawati,l.dwi riyanti,hendro prabowo.(1996). seri diktat kuliah psikologi umum 1. jakarta. gunadarma
Daftar Pustaka :
1. Basuki,Heru. 2008. Psikologi umum. jakarta : universitas gunadarma.
2. schultz. psikologi pertumbuhan. yogyakarta : kanisius
3. puspitawati,l.dwi riyanti,hendro prabowo.(1996). seri diktat kuliah psikologi umum 1. jakarta. gunadarma
Jumat, 16 Januari 2015
kesan-kesan semester 3
Saat memasuki semester 3 saya mendapat kelas 2pa03. Awalnya sulit untuk beradaptasi dengan mereka, dengan lingkungan baru yg tak biasa. Namun berjalannya waktu semua itu sudah menjadi biasa dan saya mendapat teman-teman baru dan cerita baru. Kelas 2pa03 buat saya kompak sekali, karena kami sangat kompak kami mengikuti lomba futsal yg diadakan psikologi 2013 dan kami juara harapan 3 dan memenangkan supporter terbaik. Sebenarnya ini hanya sedikit cerita yg ada disemester 3 di kelas 2pa03 masih banyak lagi cerita-cerita yg seru, intinyaa saya berkesan sekali memasuki semester 3 dan mendapat kelas yg super menyenangkan. Semoga di semeser selanjutnya cerita ini akan lebih seru dan lebih baik lagi.
Rabu, 07 Januari 2015
Psikoterapi dalam internet
Psikoterapi (Psychotherapy) mempunyai
pengertian cukup banyak dan kabur, terutama karena istilah tersebut
digunakan dalam berbagai bidang operasional ilmu empiris seperti
psikiartri, psikologi, bimbingan dan penyuluhan, kerja sosial,
pendidikan dan ilmu agama. Secara harfiah Psikoterapi berasal dari kata psycho yang artinya jiwa, dan therapy
yang artinya penyembuhan, pengobatan, dan perawatan. Oleh karena itu
psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental
atau terapi pikiran. Jadi, psikoterapi sama dengan penyembuhan jiwa.
Tujuan terapi (Korchin) : 1. memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar 2. mengurangi tekanan emosional 3. mengembangkan potensi klien 4. mengubah kebiasaan 5. memodifikasi struktur kognisi 6. memperoleh pengetahuan tentang diri 7. mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan interpersonal 8. meningkatkan kemampuan mengambil keputusan 9. mengubah kondisi fisik 10. mengubah kesadaran diri. 11. mengubah lingkungan sosial
Dasar psikoterapi : Manusia pada dasarnya bisa dan mungkin untuk dipengaruhi / diubah melalui intervensi psikologi yang direncanakan
Terapi akan efektif jika : - adanya pemulihan dalam hubungan interpersonal - adanya keterampilan coping yang lebih baik - pertumbuhan personal
Secara terminologi psikoterapi (psychotherapy)
adalah pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya, pengobatan dan
perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Pengertian
psikoterapi mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu
individu dalam mengatasi gangguan emosional dengan cara memodifikasi
perilaku, pikiran, dan emosinya seperti halnya proses redukasi
(pendidikan kembali), sehingga individu tersebut mampu mengembangkan
dirinya dalam mengatasi masalah psikisnya.
Psikoterapi adalah metode ilmu psikologi
yang digunakan untuk mengatasi gangguan jiwa mental seseorang.
Pengobatan psikologis dari masalah yang bersifat emosional dimana
seseorang terlatih sengaja membangun hubungan profesional. Umumnya
psikoterapi dianjurkan bila seseorang bergulat dengan kehidupan, masalah
hubungan atau kerja atau masalah kesehatan mental tertentu, dan isu-isu
atau masalah yang menyebabkan banyak individu yang besar rasa sakit
atau marah selama lebih dari beberapa hari. Ada pengecualian untuk
aturan umum, tetapi sebagian besar, tidak ada salahnya untuk pergi ke
terapi bahkan jika Anda tidak sepenuhnya yakin Anda akan mendapat
manfaat dari itu. Jutaan orang mengunjungi psikoterapis setiap tahun,
dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa orang yang melakukannya
manfaat dari interaksi. Kebanyakan terapis juga akan jujur dengan Anda
jika mereka yakin Anda tidak akan mendapatkan keuntungan atau pendapat
mereka, tidak perlu psikoterapi.
Macam-macam psikoterapi via internet
1. Pelayanan e-conseling
Di Indonesia sendiri, layanan e-conseling
belum dipastikan kapan munculnya. Namun, secara khusus Ifdil (2009)
memperkenalkan istilah pelayanan e-conseling di Indonesia. Istilah ini
merangkaikan kata pelayanan dan e-conseling. Tidak hanya online
konseling melalui internet namun juga pemanfaatan semua aspek teknologi
informasi dan komunikasi lainnya dalam penyelenggara BK. Seperti
penggunaannya dan pemanfaatan program pengolahan instrumentasi, himpunan
data siswa, aplikasi manajemen konseling dan sebagainya termasuk juga
pemanfaatan untuk penyelenggaran konseling.
Istilah konseling online berasala dari 2
kata yaitu konseling yang mengacu pada pemberian bantuan yang dilakukan
ahli melalui wawancara konseling kepada individual yang mengalami
masalah yang bermuara untuk teratasinya masalah tersebut. Sedangkan kata
online mengacu pada computer atau perangkat yang terhubung ke jaringan.
Konseling online merupakan konseling melalui internet dengan cara
merujuk pada profesi yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental
melalui teknologi internet. Konseling online bukanlah merupakan sebuah
proses yang simple, melainkan luamayan kompleks dengan sejumlah isu dan
kriteria yang dimiliki setiap individu. Kemudian berkenaan dengan etika,
masalah hokum, bisnis, dan sebagainya. Ada 3 tahap proses konseling
yaitu :
- Tahap persiapan yang mencakup aspek teknis penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung penyelenggaraan.
- Proses konseling, tahapan konseling ini tidak jauh berbeda dengan proses konseling face to face. Pada sesi konseling ini ditekankan pada terentasnya masalah klien dan dibandingkan dengan cara pendekatan, teknik, atau terapi yang akan digunakan.
- Tahap terakhir yakni pasca konseling. Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari tahap sebelumnya dimana setelah dilakukan penilaian maka konseling akan sukses dengan ditandai kondisi klien yang efektif.
Media konseling online ini bisa website,
email, handphone/telephone, chat jejaring sosial, atau video
conferencing. Pada penelitian ditunjukan bahwa konselor online merasa
puas dengan pelaksanaan ini. Namun, keterbatasan online pun juga sangat
tergantung dengan dukungan media.
Ciri psikoterapi : 1. Proses : Interaksi 2 pihak, formal,
profesional, legal, etis 2. Tujuan : Perubahan kondisi psikologis
individu - pribadi yang positif / optimal (afektif, kognitif,
perilaku/kebiasaan) 3. Tindakan, berdasar : - ilmu (teori2), teknik,
skill yang formal - assessment (data yang diperoleh melalui proses
assessment – wawancara, observasi, tes, dsb)
Tujuan terapi (Korchin) : 1. memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar 2. mengurangi tekanan emosional 3. mengembangkan potensi klien 4. mengubah kebiasaan 5. memodifikasi struktur kognisi 6. memperoleh pengetahuan tentang diri 7. mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan interpersonal 8. meningkatkan kemampuan mengambil keputusan 9. mengubah kondisi fisik 10. mengubah kesadaran diri. 11. mengubah lingkungan sosial
Dasar psikoterapi : Manusia pada dasarnya bisa dan mungkin untuk dipengaruhi / diubah melalui intervensi psikologi yang direncanakan
Terapi akan efektif jika : - adanya pemulihan dalam hubungan interpersonal - adanya keterampilan coping yang lebih baik - pertumbuhan personal
Sumber : 1.http://muthiashri.wordpress.com/2014/11/01/pinternet-psikoterapi-via-internet/
.
Tes psikologi online
Tes psikologi atau tes psikotes sendiri merujuk pada suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan sample perilaku yang relevan dengan fungsi kognitif atau efektif. setelah mendapatkan sample perilaku yang relevan tersebut kemudian diakukan evaluasi dan penilaian berdasarkan standar penilaian yang ada. disini saya mengambil tes psikologi online dengan alamat www.soaltesiq.com dan di website ini banyak berbagai kategori dan saya memilih kategori ( KEPRIBADIAN )
setelah saya memilih kategori KEPRIBADIAN, selanjutnya saya mengerjakan tes kepribadian tersebut sebanyak 10 soal
setelah saya menjawab soal diatas, saya mendapatkan skor sebesar 38 dan saya masuk dalam kategori ( THE LOYAL FRIEND / BIJAK )
itulah langkah langkah dalam mengikuti TES IQ ONLINE.
Langganan:
Postingan (Atom)




